Skip to content
  • Beranda
  • Disclaimer
  • About Us
  • Contact Us
  • Privacy Policy

Pepohonan

Informasi Terbaru Masa Kini

  • Kesehatan
  • Gaya
  • Travel
  • Otomotif
  • Tekno
  • Toggle search form
  • Panduan Lengkap Memilih Inverter Solar Panel Terbaik untuk Kebutuhan Hunian Anda
    Panduan Lengkap Memilih Inverter Solar Panel Terbaik untuk Kebutuhan Hunian Anda Uncategorized
  • Cara Pakai Sheet Mask
    Rahasia Mendapatkan Wajah Glowing dalam Sekejap Dengan Cara Pakai Sheet Mask Yang Benar Kesehatan
  • Jaga Kesehatan Usus dan Pencernaan dengan Yogurt Gaya
  • Ootd hijab simple untuk kuliah
    Ootd Hijab Simple untuk Kuliah: Tampil Stylish dan Nyaman Fashion Hijab
  • 10 Rekomendasi Tempat Ngopi di Semarang yang Hits dan Instagrammable Travel
  • Sederet Komitmen Allianz untuk Bangkitnya Masyarakat Indonesia Setelah Pandemi
    Direktur Allianz: Sederet Komitmen Allianz untuk Bangkitnya Masyarakat Indonesia Setelah Pandemi bisnis
  • Hino Hadirkan Asuransi Khusus Truk dan Bus pada Pameran GIIAS 2022 Otomotif
  • Simak 4 Penyebab Kipas Radiator Mobil Tidak Berputar Otomotif

Pro Kontra Menyusui Lebih dari 2 Tahun

Posted on Agustus 11, 2022 By admin Tak ada komentar pada Pro Kontra Menyusui Lebih dari 2 Tahun

Waktu menyusui yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia, WHO, adalah hingga anak berusia dua tahun.

Namun, tidak jarang ada ibu yang menyusui anak hingga lebih dari dua tahun.

Apakah hal ini normal? Menyusui lebih dari dua tahun tidak berbahaya asalkan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.

Namun, adakah dampak negatif dari menyusui lebih dari dua tahun? Masih banyak pro kontra para ibu ketika soal menyusui.

Salah satunya adalah menyusui lebih dari dua tahun.

Sebenarnya kondisi menyusui di atas 2 tahun dianggap tidak normal jika berat badan si kecil tidak meningkat.

“Artinya, jika anak yang menyusu lebih dari 2 tahun mengalami kekurangan gizi, maka ini tidak normal dan tidak boleh dilanjutkan,” jelas dokter spesialis anak dari EMC Hospital Pulomas Caroline Mulawi dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 11 Agustus 2022.

Jika ibu dan anak nyaman melakukan proses menyusui hingga lebih dari dua tahun, dan berat badan si Kecil bertambah sesuai kurva pertumbuhannya, maka mungkin menyusui lebih dari dua tahun masih bisa dilakukan.

”Namun tetap, IDAI menganjurkan penyapihan sudah dimulai di usia 1-2 tahun,” katanya.

Ada beberapa penyebab menyusui lebih dari dua tahun ini terjadi.

Secara umum, hal ini berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang manfaat dan fungsi ASI sendiri.

ASI merupakan makanan yang dibutuhkan bayi hingga usia enam bulan.

Namun, setelah enam bulan, bayi mengalami peningkatan kebutuhan nutrisi dan energi, sehingga membutuhkan makanan pendamping selain ASI atau MPASI.

Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI sudah tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan menyusui berkepanjangan adalah ikatan yang sangat kuat antara ibu dan anak.

“Jadi, sudah bukan karena kebutuhan nutrisi lagi, melainkan karena faktor kenyamanan saja, anak merasa senang dipelukan ibunya saat menyusu,” kata Caroline.

Dampak negatif timbul ketika menyusui sampai anak berusia 2 tahun namun tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan makanan anak.

Jika MPASI atau makanan keluarga-nya tidak kuat, maka dapat menyebabkan kurang gizi.

“Kebiasaan ibu adalah jika anak nangis sedikit, diberi susu, akibatnya anak ini kenyang ASI dan menolak makanan lain yang seharusnya sudah diberikan sejak enam bulan ke atas, dan alhasil menyebabkan kurang gizi,” kata Caroline.

Oleh sebab itu, anak yang menyusu lebih dari dua tahun suka menolak makanan padat karena mereka merasa sudah kenyang.

“Ada penelitian yang menunjukkan bahwa ternyata anak-anak yang kurang gizi cenderung menyusu lebih dari dua tahun,” kata Caroline.

Jadi, boleh menyusui lebih dari dua tahun, namun pastikan anak menyusu secukupnya dan tidak lebih banyak dari mengonsumsi makanan bergizi sehari-hari.

Selain itu, dampak negatif dari menyusui lebih dari dua tahun tidak hanya ada pada anak saja, melainkan juga untuk para ibu sendiri.

Untuk ibu, dampak negatifnya adalah menstruasi tidak teratur sehingga membawa beberapa konsekuensi, misalnya sulit mengatur keluarga berencana.

Selain itu, jika anak sudah di atas dua tahun, tenaganya lebih besar dan giginya sudah tumbuh, sehingga menghisap serta menggigit puting payudara lebih keras dan menyebabkan luka di payudara ibu.

Kemudian, ada potensi anak juga menjadi terlalu ketergantungan bersama ibu.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin menyusui dilakukan sampai tidak lebih dari waktu yang dibutuhkan.

Sebisa mungkin penyapihan sudah dimulai sejak anak berusia 1-2 tahun.

Dr.

Caroline juga menekankan bahwa jika bayi sudah masuk usia enam bulan, ibu harus sudah mengenalkan MPASI.

Gaya Tags:ASI, ibu menyusui, Menyusui, MPASI

Navigasi pos

Previous Post: Ibu Menyusui Rutin Berolahraga Benarkah Mengurangi Suplai ASI?
Next Post: Fenomena Embun Beku di Papua Diprediksi Bertahan Sepanjang Bulan Ini

Related Posts

  • Pakai Tabir Surya Kulit Jadi Terlihat Belang, Begini Cara Mengatasinya Gaya
  • Apa Itu Picky Eater dan Cirinya? Gaya
  • Jenis dan Fungsi Otot Perut Berlainan Gaya
  • Pengertian dan Manfaat Prosedur Hair Transplant
    Pengertian dan Manfaat Prosedur Hair Transplant Gaya
  • Begini Cara Terhindar dari Paparan Tungau Debu untuk Penderita Asma Gaya
  • Krisis Paruh Baya, Penyebab dan Cara Menghadapi Gaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • 5 Cara Mencegah Kecelakaan Kerja yang Mengancam Nyawa
  • Mempercantik Hunian dengan Desain Interior dan Warna Pilihan Rumah Mewah ala Korea
  • Review S Line, Drama Korea Thriller yang Viral di Medsos
  • Kelebihan Asuransi Penyakit Kritis yang Jarang Diketahui Orang
  • Cara Pasang dan Harga Bondek Terbaru: Panduan Lengkap untuk Proyek Lantai Beton
Zona Nyaman Ambisiku Lawak Abis Mata Radar Wisata Tips Titik Cuan Milenial Dapur Artikel Lingkar Air Rempah Catatan Wisata Media Otak Opini Dapur Karya
Sehat Manis Sekilas Masa Sisi Impian Terlihat Modis Usaha Tangan Paling Gadget Waktu Pertama Bunyi Hujan Kebugaran Fisik Sudut jendela

Categories

  • bisnis
  • Fashion
  • Fashion Hijab
  • Gaya
  • Kesehatan
  • Otomotif
  • Personality test
  • Sepatu
  • Tekno
  • Teralis
  • Tips
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wajah

Archives

  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022

Blog Baru

Ruang Tulisan Bahasa Bijak Bisik Telinga Catatan Milenial Jago Mikir Info Terbaru Hiasan Online Jejak Artikel Kabar Ciamik Lentera Perjalanan
  • Cara Berlangganan Disney+ HotStar, Aplikasi Streaming dengan Ratusan Film Menarik Tekno
  • 5 Manfaat Short Link Untuk Website Berita
    5 Manfaat Short Link Untuk Website Berita Uncategorized
  • Ketentuan Mengenai Asuransi Murni Syariah Yang Perlu Diketahui
    Ketentuan Mengenai Asuransi Murni Syariah Yang Perlu Diketahui Uncategorized
  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Beda Sepeda Gunung dengan Sepeda Downhill Otomotif
  • Vaksinasi Covid-19: Belum Suntik tapi Terdata Sudah, Ini Kata Kemenkes Tekno
  • Royal Kencana Mansion, Studio Alam di Pusat Kota Yogya yang Kantongi 2 Rekor MURI Travel
  • Perubahan yang Terjadi Setelah Pandemi dan Menjadi Kebiasaan Baru
    Perubahan yang Terjadi Setelah Pandemi dan Menjadi Kebiasaan Baru Uncategorized
  • Pentingnya Dump Truck Dalam Dunia Pertambangan
    Pentingnya Dump Truck Dalam Dunia Pertambangan Otomotif

Copyright © 2026 Pepohonan.

Powered by PressBook News WordPress theme